dear god

Get Free Music at BlogRion
Get Free Music BlogRion

Free Music at BlogRion

Selamat Datang

"Selamat Datang" di BLOG nya Anak MIPA

Jumat, 14 Februari 2020

Sifat Fisika dan Sifat Kimia Zat

Sifat Fisika Dan Kimia – Pengertian, Perbedaan, Ciri, Pemanfaatan – Sifat adalah keadaan yang mencirikan suatu zat atau materi. Setiap zat atau materi memiliki sifat fisika dan sifat kimia.
sifat-fisika-dan-kimia

Sifat Fisika

Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru. Sifat ini dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut. Sifat fisika antara lain wujud zat, warna, bau, titik leleh, titik didih, massa jenis, kekerasan, kelarutan, kekeruhan, kemagnetan, dan kekentalan. Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat fisika tersebut :

  • Sifat Fisika Yang Terlihat
Sifat ini dapat diamati dari:
  1. Wujud zat : padat, cair, dan gas
  2. Kekerasan zat : keras atau lunak
  3. Warna zat : hitam, putih, merah, kuning, dan berbagai warna lainnya
  4. Bau zat : harum, anyir, busuk, dan sebagainya
  5. Bentuk : bulat, bundar, persegi, segitiga, empat persegi panjang, balok, kubus, dan sebagainya.
  6. Tetapan fisika : massa jenis, titik lebur, titik uap, titik beku, titik didih, indeks bias, dan sebagainya.




Sifat Perubahan Fisika

Sifat ini dapat dilakukan dengan cara;
  1. Melarutkan zat : mudah larut di air atau tidak
  2. Mengalirkan arus listrik : dapat mengalirkan arus listrik atau tidak
  3. Mengalirkan panas : dapat mengalirkan panas atau tidak
  4. Menguapkan : mudah menguap atau tidak
  5. Mendekatkan ke magnet: dapat ditarik magnet atau tidak
  6. dan berbagai kegiatan fisika lainnya.
Berikut ini contoh sifat fisika:
contoh-sifat-fisika

  • Wujud Zat
Wujud zat dibedakan atas zat padat, cair, dan gas. Zat tersebut dapat berubah dari satu wujud ke wujud lain. Beberapa peristiwa perubahan yang kita kenal, yaitu : menguap, mengembun, mencair, membeku, meyublim, dan mengkristal.

  • Warna
Setiap benda memiliki warna yang berbeda-beda. Warna merupakan sifat fisika yang dapat diamati secara langsung. Warna yang dimiliki suatu benda merupakan ciri tersendiri yang membedakan antara zat satu dengan zat lain. Misal, susu berwarna putih, karbon berwarna hitam, paku berwarna kelabu pudar dan lain–lain.



  • Kelarutan
Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Air merupakan zat pelarut untuk zat-zat terlarut. Tidak semua zat dapat larut dalam zat pelarut. Misal, garam dapat larut dalam air, tetapi kopi tidak dapat larut dalam air.

  • Daya hantar listrik
Daya hantar listrik merupakan sifat fisika. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator. Benda logam pada umumnya dapat menghantarkan listrik. Daya hantar listrik pada suatu zat dapat diamati dari gejala yang ditimbulkannya. Misal, tembaga dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah lampu. Akibat yang dapat diamati adalah lampu dapat menyala.

  • Kemagnetan
Berdasarkan sifat kemagnetan, benda digolongkan menjadi dua yaitu benda magnetik dan benda non magnetik. Benda magnetik adalah benda yang dapat ditarik kuat oleh magnet, sedangkan benda non magnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.

  • Titik Didih
Titik didih merupakan suhu ketika suatu zat mendidih.
  • Titik Leleh
Titik leleh merupakan suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair.

  • Sifat Fisika Metana:
  1. Rumus molekul : CH4
  2. Wujud : Gas
  3. Berat molekul : 16,04 gram/mol
  4. Spesifik gravity : 0,415-164
  5. Titik leleh : -182,6◦C
  6. Titik didih : -161,4◦C


  • Sifat Fisika Etana:
  1. Rumus molekul : CH3CH3
  2. Wujud : Gas
  3. Berat molekul : 30,07 gram/mol
  4. Spesifik gravity : 0,546-88
  5. Densitas (25◦C) : 0,315 gram/ml
  6. Titik leleh : -172◦C
  7. Titik didih : -88,6◦C
  8. Tempertur kritis : 32,1◦C
  9. Tekanan kritis : 48,8 atm

  • Sifat Fisika Propana:
  1. Rumus molekul : CH3CH2CH3
  2. Wujud : Gas
  3. Berat molekul : 44,10 gram/mol
  4. Spesifik gravity : 0,585-45/4
  5. Titik leleh : -187,1◦C
  6. Titik didih : -42,2◦C

  • Sifat Fisika Butana:
  1. Rumus molekul : CH3CH2CH2CH3
  2. Wujud : Gas
  3. Berat molekul : 58,12 gram/mol
  4. Spesifik gravity : 0,60◦
  5. Titik leleh : -135◦C
  6. Titik didih : -0,6◦C

  • Sifat Fisika Hidrogen:
  1. Rumus molekul : H2
  2. Wujud : Gas
  3. Berat molekul : 2,02 gram/mol
  4. Spesifik gravity : 0,0709-252,70
  5. Titik leleh : -259,1◦C
  6. Titik didih : -252,7◦C
  7. Temperatur kritis : -239.9◦C
  8. Tekanan kritis : 12,8 atm

  • Sifat Fisika Etilen:
  1. Rumus molekul : CH2CH2
  2. Wujud : Gas
  3. Berat molekul : 28,05 gram/mol
  4. Spesifik gravity : 0,57-102/4
  5. Titik leleh : -169◦C
  6. Titik didih : -103,9◦C
  7. Temperatur kritis : 9,7◦C
  8. Tekanan kritis : 50,5 atm




Sifat Kimia

Sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda yang membentuk zat baru. Ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Contoh sifat kimia antara lain mudah terbakar, mudah busuk, mudah meledak , beracun, dan berkarat (korosif). Berikut ini pembahasan mengenai sifat-sifat kimia :

  • Mudah terbakar
Bensin termasuk zat yang mudah terbakar. Sehingga, di stasiun pengisian bahan bakar terdapat larangan “DILARANG MEROKOK“. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita akan dapat menggunakannya secara aman.

  • Mudah busuk
Akibat terjadi reaksi kimia dalam suatu makanan atau minuman, dapat mengakibatkan makanan dan minuman tersebut membusuk dan berubah rasa menjadi asam. Misal, nasi yang dibiarkan berhari–hari bereaksi dengan udara menjadi basi, susu yang berubah rasa menjadi asam.

  • Berkarat
Reaksi antara logam dan oksigen dapat mengakibatkan benda tersebut berkarat. Logam, seperti : besi dan seng memiliki sifat mudah berkarat.

  • Mudah meledak
Interaksi zat dengan oksigen di alam ada yang mempunyai sifat mudah meledak, seperti : magnesium, uranium dan natrium.

  • Racun
Terdapat beberapa zat yang memiliki sifat kimia beracun, antara lain: insektisida, pestisida, fungisida, herbisida dan rodentisida. Zat beracun tersebut digunakan manusia untuk membasmi hama, baik serangga maupun tikus.

Sifat Kimia dengan Pembakaran

Zat dibakar, sehingga diketahui zat itu mudah terbakar, sulit, atau tidak dapat dibakar. Besi, baja, garam, dan air secara kimia tidak dapat terbakar.




Sifat Reaksi Kimia

Suatu zat direaksikan atau dicampur dengan zat lain, sehingga diketahui menghasilkan zat baru, endapan, perubahan suhu, atau perubahan warna. Besi diberi cuka dan udara akan menjadi keropos dan timbul karat. Karbon dioksida diberi air kapur, maka air kapur menjadi keruh karena ada endapan kapur.

Contoh  Sifat Kimia Zat
Contoh-Sifat-Kimia
  • Sifat Kimia dari Atomnya
Setiap zat terdiri dari unsur dan setiap unsur memiliki atom. Semua atom memiliki nomor atom dan nomor massa. Besi misalnya memiliki nomor atom 26 dan nomor massa 55.

Sifat Fisika Dan KimiaLogam atau metal “metalion” ialah sebuah unsur kimia yang siap membentuk ion “kation” dan memiliki ikatan logam dan kadangkiala dikatakan mirip dengan kation pada awan elektron.
Penjelasan Sifat Fisika Dan Kimia Pada Logam
Logam ialah salah satu dari 3 kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan, bersama dengan metaloid dan non logam. Walaupun unsur logam lebih sedikit di alam dibandingkan dengan unsur non logam, tetapi logam banyak terdapat dalam tabel periodik. Beberapa unsur logam yang terkenal ialah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium dan zinc.



Sifat Fisika Dan Kimia Pada Logam

Untuk lebih jelasnya dari masing-masing sifat tersebut simak saja uraian dibawah ini.

  • Sifat Fisika pada Logam
Sifat fisika dalam logam, misalnya konduktivitas listrik, konduktivitas ternal, sifat luster dan massa jenis. Dalam hal ini, logam yang memiliki massa jenis, tingkat kekerasan dan titik lebur yang rendah, biasanya bersifat sangat reaktif. Jumlah elektron bebas yang tinggi di segala bentuk logam padat menyebabkan logam tidak pernah terlihat transparan. Contoh: logam alkali dan logam alkali tanah.

Mayoritas logam memiliki massa jenis yang lebih tinggi dari pada non logam. Meski begitu, variasi massa jenis ini perbedaannya sangat besar, mulai dari lithium sebagai logam dengan massa jenis paling kecil, sampai dengan somium sebagai logam dengan massa jenis paling besar.

  • Sifat Kimia pada Logam
Logam biasanya cenderung untuk membentuk kation dengan menghilangkan elektronnya kemudian bereaksi dengan oksigen di udara untuk membentuk oksida basa.

  • Contoh:
  1. 4 Na + O2 >>>> 2 Na2O (natrium oksida)
  2. 2 Ca + O2 >>>> 2 CaO (kalsium oksida)
  3. 4Al + 3 O2 >>>> 2Al2O3 (aluminium oksida)
Logam-logam transisi seperti besi, tembaga, seng dan nikel, membutuhkan waktu lebih lama untuk teroksidasi. Logam lainnya, seperti palladium, platinum dan emas, tidak bereaksi dengan udara sama sekali. Beberapa logam seperti aluminium, magnesium beberapa macam baja, dan titanium, memiliki semacam “pelindung” di bagian paling luarnya, sehingga tidak dapat dimasuki oleh molekul oksigen. Proses pengecatan, anodisasi “plating” pada logam biasanya merupakan langkah-langkah terbaik untuk mencegah korosi.




Pemanfaatan Logam

Pada umumnya, logam bermanfaat bagi manusia, karena penggunaannya di bidang industri, pertanian dan kedokteraan. Contoh: merkuri yang digunakan dalam proses klor alkali. Proses klor alkali merupakan proses elektrolisis yang berperan penting dalam industri manufaktur dan pemurnian zat kimia. Beberapa zat kimia yang dapat diperoleh dengan proses elektrolisis ialah natrium, kalsium, magnesium, aluminium, tembaga, seng, perak, hidrogen, klor, fluor, natrium hidroksida, kalium bikromat dan kalium permanganat. Yang dalam proses elektrolisis larutan natrium klorida tersebut merupakan proses klor alkali.

Sementara itu, elektrolisis larutan NaCI menghasilkan natrium hidroksidadi katode “kurub positif” dan gas klor di anode “kutub negatif”. Pada industri angkasa luar dan profesi kedokteraan dibutuhkan bahan yang kuat, tahan karat dan bersifat noniritin, seperti aloi titanium. Sebagian jenis logam merupakan unsur penting karena dibutuhkan dalam berbagai fungsi bio-kimiawi. Pada zaman dahulu, logam tertentu, seperti tembaga, besi dan timah digunakan untuk membuat peralatan, perlengkapan mesin dan senjata.

Lalu, ada pula jenis logam mulia yang secara umum biasa dijadikan perhiasan, antara lain emas, perak, tembaga dan platina. Logam-logam tersebut memiliki warna yang bagus, tahan karat, lunak dan terdapat dalam jumlah yang sedikit di alam. Emas dan perak memiliki sifat penghantar listrik yang sangat baik sehingga banyak dipakai untuk melapisi konektor-konektor pada perangkat elektronik.

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/sifat-fisika-dan-kimia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar